Harimau Sumatra Membunuh Petani Indonesia dan Melukai Wisatawan

Harimau Sumatra Membunuh Petani Indonesia dan Melukai Wisatawan

Harimau Sumatra yang terancam punah, telah dianiaya hingga mati seorang petani Indonesia. Secara serius melukai seorang wisatawan domestik, seorang pejabat konservasi mengatakan Senin.

Serangan fatal terjadi pada hari Minggu, di perkebunan kopi petani di pulau Sumatra. Di mana pria 57 tahun bergulat dengan kucing besar. Sebelum membunuhnya, menurut Genman Hasibuan, kepala badan konservasi Sumatra Selatan.

“Petani itu diserang ketika dia menebang pohon di perkebunannya,” katanya kepada AFP, Senin.

Penganiayaan itu terjadi, sehari setelah harimau yang sama menyerang sekelompok turis Indonesia. Yang berkemah di perkebunan teh lokal di wilayah Gunung Dempo, Sumatra Selatan.

Salah satu wisatawan dilarikan ke rumah sakit karena luka di punggungnya setelah kucing menyerbu tendanya, kata Hasibuan.

Hewan itu, yang masih gembur di kawasan hutan lindung. Diyakini sebagai satu dari hanya 15 harimau yang terancam punah, di Sumatra Selatan. Yang telah menyaksikan lima serangan harimau tahun ini, termasuk dua insiden fatal, kata Hasibuan.

Konflik manusia-hewan adalah umum di kepulauan Asia Tenggara, Terutama di daerah-daerah, di mana pembukaan hutan hujan. Untuk membuka jalan bagi perkebunan kelapa sawit, menghancurkan habitat hewan. Dan membawa mereka ke dalam kontak yang lebih dekat dengan manusia.

Pada bulan Maret tahun lalu, seorang pria dibunuh oleh seekor harimau di provinsi Riau, Sumatra. Sementara beberapa bulan sebelumnya seekor harimau, juga membunuh seorang pekerja perkebunan di daerah itu.

Harimau Sumatra dianggap terancam punah, oleh kelompok perlindungan Uni Internasional. untuk Konservasi Alam, dengan 400 hingga 500 tersisa di alam liar.